Persepam Madura United menutup kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini dengan manis.
Mereka mengalahkan tamunya, Persela Lamongan, 1-0, di Stadion Gelora Bangkalan, Minggu (15/9).
Gol semata wayang tim tuan rumah dicetak Zainal Arif pada menit ke-37. Gol tersebut berawal dari tendangan spekulasi Rossy Noprihanis dari sisi kiri gawang Persela. Bola muntah yang tidak bisa dibendung dengan sempurna oleh kiper Syaifudin langsung disambar Zainal.
Pelatih Persepam, Daniel Roekito, puas dengan kemenangan di laga pamungkas musim ini. “Saya bersyukur dengan hasil ini. Setidaknya kami bisa memperoleh happy ending di laga terakhir di kandang. Saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pemain,” katanya.
Daniel mengakui tidak mudah mengalahkan Persela.
“Persela memberikan serangan yang sengit dan beberapa kali membahayakan gawang kami, tetapi kami lebih beruntung dengan bisa memanfaatkan peluang lebih baik,” ujar Daniel.
Sementara pelatih sementara Persela, Didik Ludiyanto, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit.
“Wasit berlaku tidak adil. Gol kami dianulir dan beberapa pelanggaran yang dilakukan tuan rumah seharusnya bisa jadi peluang kami untuk mencetak gol, tetapi dianggap tidak ada,” katanya.
Didik menuturkan, di laga terakhir itu pihaknya memang mengejar poin untuk memperbaiki peringkat. Namun, kata Didik, sebuah laga tidak selamanya harus dinilai dari kalah atau menang, melainkan dari jalannya pertandingan.
“Kami menagih janji fair play yang kerap digembar-gemborkan. Nyatanya laga hari ini terasa tidak adil buat kami. Kalau dari sisi permainan, kami tidak kalah dengan Persepam. Bahkan, kami banyak menciptakan peluang dan melakukan serangan berkali-kali. Namun, sepertinya wasit tidak adil. Jadinya kami hanya pulang dengan poin kosong,” tutur Didik.
via Bolaindo.com | Berita Bola Indonesia Terlengkap http://www.bolaindo.com/2013/09/16/persepam-tutup-kompetisi-lsi-dengan-manis/



0 comments:
Post a Comment