Persikabo Kabupaten Bogor sempat disebut-sebut sebagai salah satu klub paling sehat di kompetisi Divisi Utama tahun ini. Tapi, kondisi tersebut langsung berbalik 360 derajat di saat kompetisi baru berjalan satu putaran. Persikabo kini dikabarkan tengah diguncang dengan persoalan finansial. Padahal, di awal musim Laskar Pajajaran mengontrak beberapa pemain bintang terkenal yang pernah bermain di Indonesia Super League (ISL).
Dengan kondisi finansial memburuk, beberapa pemain bintang sudah mulai angkat koper. Salah satunya adalah bomber asing, Aldo Barreto Miranda. Aldo kali pertama datang ke Bogor pada Maret lalu. Seharusnya, penyerang yang pernah jadi pencetak gol terbanyak ISL 2009-2010 bersama Bontang FC itu, baru akan lepas kontrak di akhir musim ini. Namun, kondisi Persikabo yang seperti inilah memaksanya untuk mengakhiri kontrak lebih cepat. Ia pun memilih kembali ke negaranya.
“Saya memilih pulang ke Paraguay. Saya sudah mengundurkan diri dari Persikabo, karena saya tahu di tim itu ada masalah (keuangan), dan saya merasa itu akan berat. Jalan inilah yang akhirnya harus saya ambil,” ujarnya.
Belum diketahui berapa nilai kontrak yang didapatkan pemain ini. Hanya, dari beberapa sumber menyebutkan, nilai kontrak Aldo lumayan fantastis untuk klub sekaliber Persikabo yang turun di kasta kedua. Konon, untuk mendapatkan servisnya, tim kebanggaan Kabomania – julukan fans Persikabo – itu harus merogoh hingga hampir Rp 1 miliar, dan gajinya berkisar Rp 250 juta per bulan.
Walaupun hanya menjalankan durasi kontrak selama empat bulan, Aldo mengaku sudah tidak ada persoalan lagi antara dirinya dengan Persikabo. Sudah ada penyelesaian pembayaran gaji dari Persikabo. “Saya dan manajemen sudah mengaturnya. Sisa gaji saya selama tiga bulan sudah dilunasi,” ungkapnya.
Aldo mengaku sudah ada klub yang menampungnya di Paraguay, yaitu Club Sportivo Luqueno. Klub itu berkancah di Paraguayan Primera Division. Pengalaman buruk dengan pembayaran gaji yang menuntun Aldo untuk mundur dari Persikabo. Masih segar di ingatannya peristiwa yang pernah dia alami ketika di Indonesia.
Di Persiba Balikpapan dua musim lalu, gajinya masih tertunggak lima bulan dengan total lebih dari Rp 400 juta. Pun demikian di Persegres Gresik. Meski gajinya tidak sampai tertunggak, tapi dia harus rela gajinya dipotong satu bulan dengan alasan cedera panjang yang menimpanya di putaran II ISL 2013.
“Saya sadar, saya ini jauh dari negara saya. Kalau sampai di Indonesia saya tidak mempunyai uang, bagaimana nanti saya bisa pulang. Saya tidak mau menjadi seperti beberapa pemain asing yang sebelumnya, mereka sampai harus dideportasi karena tidak punya uang untuk pulang ke negaranya, apalagi ada yang sampai meninggal di sini,” bebernya.
Makanya, dia pun sampai merasa trauma dengan kegagalannya merangkai karir kembali di Indonesia tahun ini. “Untuk tahun depan, saya tidak tahu apakah bisa kembali datang ke sini atau tidak. Mungkin saya akan melihat dahulu bagaimana kondisinya, kalau tetap seperti ini, ya saya mending tetap di Paraguay,” tegasnya.
Sayangnya, belum ada satu pun manajemen Persikabo yang bisa dikonfirmasi terkait dengan mundurnya Aldo ini. Namun, sebelumnya, CEO Persikabo, Rudi Ferdian menyatakan, timnya bubar secara administrasi. Akan tetapi, dia menolak jika dikatakan bubar sepenuhnya.
“Kami dan pengurus akan berusaha, meskipun kami harus mencari dana itu sendirian. Makanya, kami mengharapkan kepada semua pemain untuk maklum dengan kondisi yang dialami klub ini sekarang. Pengurus maupun manajer akan tetap mempertahankan pemain yang ada ini terlebih dahulu,” tandasnya. (jpnn.com)
via Bolaindo.com | Berita Bola Indonesia Terlengkap http://ift.tt/1tG9WfE



0 comments:
Post a Comment